Seperti yang kita ketahui, Tokyo Jihen lama tidak meluncurkan album baru bulan Februari lalu setelah terakhir menelurkan album Variety pada tahun 2007. Album yang isi liriknya mengambil tema olah raga ini bertahan selama 2 minggu di puncak tangga lagu Oricon sejak peluncurannya tanggal 24 Februari 2010.


Pertama kali yang ingin dibahas adalah struktur penempatan daftar lagu dalam album mereka ini. Track list yang simetris benar-benar menarik untuk dilihat, walaupun mungkin hanya sekedar perangsang konsumen untuk membeli album mereka. Silahkan lihat kesimetrisan daftar lagu dalam album Sports disini. Selain track list yang simetris, mereka juga menempatkan sebuah lagu dengan komposisi unik jika dihubungkan dengan judul lagunya. Lagu berjudul Nōdōteki Sanpunkan (Aktivitas selama 3 menit) benar-benar berdurasi 3 menit. Mungkin kalau mereka membawakan dalam acara live, bisa kita hitung durasi waktu mereka membawakannya diatas panggung. Kalau tidak tepat 3 menit, boleh kita protes atau nggak yah? :lol:

Musik mereka unik dan rumit :mrgreen: Secara fisik kita bisa melihat keunikan mereka menyusun daftar lagu seperti diatas. Secara komposisi lagu, mereka juga memainkan lagu-lagu dengan komposisi yang penuh kreativitas, khas dan rumit, tidak seperti lagu-lagu pop biasa yang hanya pakai chord 3 jurus. Tidak pernah ada lagu mereka dalam satu album yang memiliki komposisi mirip, apalagi sama. Semakin lama didengar, musik yang mereka bawakan semakin terasa berwarna. Tentu saja hal ini tak bisa dipisahkan dari pengaruh para member Tokyo Jihen yang berorientasi Jazz fushion. Oleh sebab itu, sangat mudah bagi para penggemar musik Jazz untuk menyukai musik yang mereka bawakan.

Dalam album ini, Tokyo Jihen membuat gebrakan berbeda dibandingkan album sebelumnya. Album pertama dan kedua penuh dengan karya Shiina Ringo. Album ketiga Variety malah berisi lagu-lagu karya Ukigumo, Izawa dan Kameda tanpa ada satupun karya Shiina kecuali kontribusi penulisan lirik. Kali ini album Sports membagi rata distribusi lagu karya anggotanya (kecuali drummer Hata yang menolak menulis lagu dan memilih lebih berkonsentrasi dengan aransemen). Sepertinya semakin tahun Shiina ingin membuat Tokyo Jihen sebagai sebuah band tersendiri, bukan band pengiring dirinya sebagai penyanyi solo. Terlihat jelas besarnya kontribusi Izawa (5 lagu) dan Ikigumo (4 lagu) yang memberikan kontribusi karya lagu paling banyak, walaupun kebanyakan lirik masih ditulis oleh Shiina.

Album ini dibuka dengan nyanyian A Capella dari Shiina Ringo dkk lewat lagu yang berjudul ikiru. Sebuah kejutan dari Tokyo Jihen, mengingat mereka tak pernah membawakan lagu A Capella selama ini. Ikiru sendiri bukanlah lagu A Capella penuh karena dipertengahan lagu suara alat musik masuk satu persatu. Lagu selanjutnya langsung menggebrak dengan fushion musik electro berirama cepat diiringi slapping bass Seiji Kameda dalam Denpa Tsuushin. Entah kebetulan atau tidak, pasangan simetris ketiga Season Sayonara dan Sweet Spot merupakan lagu yang sejak pertama didengar langsung kusuka. Mungkin karena kedua lagu ini dibawakan dengan gaya fushion yang memang easy listening. Apalagi Sweet Spot yang liriknya berbahasa Inggris ini berat dengan hawa R&B yang enak dikuping.

Kachiikusa adalah single ketiga yang dimasukkan dalam lagu ini, Ikigumo memasukkan permainan gitar dengan slide. Lagu FOUL sejak awal sudah menawarkan genre Rock dari irama cepat, lalu diikuti dengan lagu Utenkakkou yang ngepop. Noudouteki Sanpunkan mengisi pusat simetris benar-benar dimainkan dalam 3 menit pas dengan irama funky yang enak didengar sambil goyang.

Settai Setsumei, makin lama lagu karya Izawa ini terdengar semakin berwarna ketika diputar berulang. Lagu FAIR ternyata tidak sama dengan pasangan simetrisnya FOUL yang ngerock, malah lebih berat ke Jazz dengan campuran soul dan funky. Selanjutnya Noriki mengisi daftar dengan musik berirama Rock tahun 80-an, dimana drumming Hata yang asyik punya dan alunan aneh keyboard Izawa yang membuat serasa menonton film horor jaman baheula. Senko Soujo adalah single pertama yang luncurkan dari album. Lagu Kimaru menutup album permainan gitar solo Ikigumo yang mengiringi suara Shiina yang dipertengahan lagu satu persatu ditemani dengan suara instrumen lainnya beserta paduan vokal pengiring member lainnya seperti juga gaya lagu pembuka.

Album Sports ini menurutku merupakan album original Tokyo Jihen yang sebenarnya. Improvisasi dan kreativitas seluruh anggotanya membuat album ini lebih memiliki warna yang bermacam-macam.  Tokyo Jihen bukanlah sekedar band rekaman semata. Musik mereka jauh lebih enak didengar lewat pertunjukan live dengan improvisasi yang dijamin oke punya.

DOWNLOAD HERE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s